<

SERPIHAN BUTIR AIR MATA

Ku ingin memetikmu seperti bunga di taman surga

Yang terjaga dan selalu abadi disana

Memilikimu seutuhnya tanpa ada sebuah prasangka

Kau mantan siapa atau bersama siapa..?

 

Tetapi masih adakah itu padamu

Ku coba tuk tutup segala kelemahanmu

Dengan kupejam mata tuk semua itu

Dan biarkanlah waktu yang mengikis debu masa lalumu

 

Kuhanya ingin mencoba tuk merangkai sebuah kalimah

Diantara serpihan butir air mata yang kian membasah

Dengan penuh kerendahan hati kucoba tuk ambil hikmah

Mungkin disana jalan surga terbuka tuk kita melangkah

 

Dengan penuh KeridhoanNya

Dengan segala Rahmatnya

Mari kita melangkah bersama

Menuju jalan lurusNya

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

MENGERTILAH SIAPA DIRIKU

Ku tak tahu lagi

Harus bagaimana kuungkap semua ini

Atau mungkin bahasaku terlalu susah tuk kau pahami

Dimengerti bahkan kau resapi

 

Itulah adanya diriku

Jadi mengertilah dengan posisiku

Terimalah apa adaku

Jika benar cintamu biru

 

Manusia itu punya garis tersendiri

Takdir yang selalu mengiringi

Langkah dalam pijakan bumi

Sebagai ujian dari ILLAHI

 

Bukanya aku marah atau rendah diri

Tapi terus terang aku iri

Dengan mereka yang bergelimang materi

Yang akan bisa tuk gapai segala mimpi

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

GETARKAN BUMI YANG KAU PIJAK

 

Jika hidup adalah teka-teki

Harus dengan apa ku menghadapi

Mungkinkah aku bisa hanya berdiam diri

Merenung atau menggantungkan imajinasi

 

Hidup adalah paradigma nyata

Sikap adalah langkah pertama

Sebagai wujud diri kita

Komitmen dan bernuansa

 

Tunjukan pada dunia

Siapa kita sebenarnya

Getarkan bumi saat kau melangkah

Pijakkan dengan kuat  dan bicara

 

Kepal tangan kuat-kuat mulailah angkat kepala

Pecahkan egomu dan berserulah

Aku bisa…………..

Aku bisaaa………………………….


DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

IJINKAN AKU SI LENTERA KECIL

 

Ku ingin menjadi lentera dihatimu

Yang kan ada dimalam hari

Dengan cahaya yang dimiliki

Akan bisa menerangi jiwamu yang sunyi

 

Walau tak seterang mentari

Biarkanlah aku menghiasi

Sedikit memberi pelipur hati

Sebagai sandaran mimpi-mimpi

 

Akan tiba saatnya nanti

Kesunyian hati tikam dalam diri

Secercah mimpi selimuti hari

Dimana kau resah tuk cari arti

 

Ijinkan aku silentera kecil

Menjadi setitik sinar saat kau menggigil

Pelumat egomu dari dunia hayal

Iringi langkahmu dari belengguh takhayul

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

AJARI AKU BAHASA QALBU

 

Ijinkanku menemukanmu dihatiku

Berilah sesuat agar aku mampu

Melukis indahmu disetiap langkahku

Iringi nafasku dengan do`amu

 

Ku ingin jiwa kita bisa menyatu

Seiring beredarnya waktu

Diantara kemelutnya resah memburu

Kau selalu ada untukku

 

Siramilah jiwaku dalam taman hatimu

Dengan kelembutan untaian sepatah katamu

Jadikanlah aku sandaran hidupmu

Sebagai peneduh kegelisahan sukmamu

 

Ajaklah rindumu dalam pelukku

Ajarilah aku bahasa qalbu

Menembus cakrawala biru

Menepis mimpi-mimpi semu

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

JAKARTA

 

Kau paksa aku tuk kejalan

Kau tampar aku tuk berontak

Kau tindas aku tak berdaya

Kau renggut cita dan cintaku

 

Tiada lelah kau memburuku

Mengobarkan semangat tuk bertahan

Disaat ku tak berdaya

Hantam aku dalam keterpurukan

 

Jalanan…….

Kaulah sandaran akhirku

Sambutlah rintihan disetiap saatku

Dalam perjalanan hidup suramku

 

Bila esok masih ada waktu

Ku ingin kau tahu

Betapa kerasnya kehidupan kotaku

Inilah adanya Jakartaku

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

 

BILA CINTA BERBICARA

 

Ketika rindu menyentuh sukma

Terjerat dalam dusta

Rasa adalah senyawa

Rangkaian dari sebuah bahasa

 

Cinta bukanlah tahta

Materi bukan segalanya

Karena cinta tak membanding kasta

Darah biru atau merah

 

Keterpautan sebuah rasa

Tak pernah memandang siapa

Kau raja atau jelata

Karena semua karuniaNYA

 

Kekuatan cinta melebihi segalanya

Pangkat, kuasa atau tahta

Itu semua bukan segalanya

Jadi jangan pernah ragu mengucap cinta

 

 

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

CINTA DI UJUNG SENJA

 

Mungkin sepertiga umur aku mengenalmu

Mengukir malam dengan bayang ayumu

Mengisi hari dengan riang candamu

Bertaruh rindu tuk saling mengadu

 

Resah, gelisah dan saling tanya

Sedang apa atau bersama siapa

Bila kita saling jauh dari jangkauan mata

Karena demi suatu cita

 

Hari pun terasa lama

Detik, menit seakan tiada makna

Saat rasa cinta hilang seketika

Tak tahu entah kemana atau ada dimana

 

Kucoba tuk bertanya

Tapi ragu membuang asa

Waktu telah mengikis segalanya

Robohkan cinta di ujung senja

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

 

CINTA BUTUH DEWASA

 

Hilangnya jalinan kasih diantara kita

Tak usahlah kita jadikan masalah

Karena orang kedua

Ataukah sikap kita yang saling berprasangka

 

Cinta butuh dewasa

Mengerti dan saling menjaga

Curiga adalah awal mula

Retaknya sebuah jalinan cinta

 

Cinta tak harus memiliki semuanya

Karena semua ada batasnya

Cerita cinta kita telah usai tanpa kata

Terbakar ego yang datang seketika

 

Kini palingan sinis yang selalu tertera

Disetiap pertemuan kita

Ku sadar siapa yang bersalah

Jadi cukuplah waktu yang jawab semua

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

SAPAKU HANYA BISA MEMBISU

 

Saat pertama kita bertemu

Aku sangat bisa merasa dari tatapmu

Kehadiran cinta telah mengundangku

Bersama senyum dan sapamu waktu itu

 

Lembut selembut desir angin lalu

Yang membawa langkahku kehadapanmu

Benih-benih cintamu merayu

Menyentuh batin menusuk hatiku

 

Jujur aku tak berdaya dibuatmu

Ingin berucap namun tak mampu

Sapaku hanya bisa membisu

Ikuti irama dendang-dendang hatiku

 

Yang kian lama semakin menggebu

Mengobar saat tatapan kita bertemu

Menyatu tuk saling tahu

Siapakah namamu

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

KAULAH KEJORA DALAM HATI

 

Sepercik cahaya kini telah padam

Bersama langkahmu yang kian temaram

Pergi tanpa pesan dan kesan

Tinggalkan aku dalam remang

 

Sepatah katamu tiada lagi aku mengerti

Semua telah hilang tanpa bayang

Senyum yang dulu selalu membias

Kini harus rela tuk aku lepas

 

Bayangmu tak lagi dapat ku jumpa

Biarpun kucari hingga keujung dunia

Tak akan ada yang bisa serupa

Karena itu hanya ada padanya

 

Kaulah kejora dalam hati

Diantara ribuan kemerlipnya cahaya

Yang merajai datangnya senja

Sebagai pengganti saat gerhana tiba

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

 

 

 

TIADA ISTIMEWAKAH DIRIKU

 

Setelah kepergianmu dariku

Kutak tahu harus bagaimana lagi diriku

Semangatku telah pupus dan layu

Langkahkupun tak tegak seperti dulu

 

Langkahku gontai tak tertuju

Sorotku sendu dan kelabu

Senyumku pasi tiada arti

Kataku hanya menyebut namamu

 

Tersungkur dalam bisu

Itulah hari-hariku

Tiada istimewakah diriku

Sehingga kau berlalu dariku

 

Kau pergi membawa lukaku

Dengan segenggam rindu menggebu

Menyambar sukma hiasi malam kelabu

Redupkan bulan malam-malam mingguku

 

DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID

SANG_KELLANA

 

August 6th, 2008 at 5:52 am