SERPIHAN BUTIR AIR MATA
Ku ingin memetikmu seperti bunga di taman surga
Yang terjaga dan selalu abadi disana
Memilikimu seutuhnya tanpa ada sebuah prasangka
Kau mantan siapa atau bersama siapa..?
Tetapi masih adakah itu padamu
Ku coba tuk tutup segala kelemahanmu
Dengan kupejam mata tuk semua itu
Dan biarkanlah waktu yang mengikis debu masa lalumu
Kuhanya ingin mencoba tuk merangkai sebuah kalimah
Diantara serpihan butir air mata yang kian membasah
Dengan penuh kerendahan hati kucoba tuk ambil hikmah
Mungkin disana jalan surga terbuka tuk kita melangkah
Dengan penuh KeridhoanNya
Dengan segala Rahmatnya
Mari kita melangkah bersama
Menuju jalan lurusNya
SANG_KELLANA
MENGERTILAH SIAPA DIRIKU
Ku tak tahu lagi
Harus bagaimana kuungkap semua ini
Atau mungkin bahasaku terlalu susah tuk kau pahami
Dimengerti bahkan kau resapi
Itulah adanya diriku
Jadi mengertilah dengan posisiku
Terimalah apa adaku
Jika benar cintamu biru
Manusia itu punya garis tersendiri
Takdir yang selalu mengiringi
Langkah dalam pijakan bumi
Sebagai ujian dari ILLAHI
Bukanya aku marah atau rendah diri
Tapi terus terang aku iri
Dengan mereka yang bergelimang materi
Yang akan bisa tuk gapai segala mimpi
SANG_KELLANA
GETARKAN BUMI YANG KAU PIJAK
Jika hidup adalah teka-teki
Harus dengan apa ku menghadapi
Mungkinkah aku bisa hanya berdiam diri
Merenung atau menggantungkan imajinasi
Hidup adalah paradigma nyata
Sikap adalah langkah pertama
Sebagai wujud diri kita
Komitmen dan bernuansa
Tunjukan pada dunia
Siapa kita sebenarnya
Getarkan bumi saat kau melangkah
Pijakkan dengan kuat dan bicara
Kepal tangan kuat-kuat mulailah angkat kepala
Pecahkan egomu dan berserulah
Aku bisa…………..
Aku bisaaa………………………….
SANG_KELLANA
IJINKAN AKU SI LENTERA KECIL
Ku ingin menjadi lentera dihatimu
Yang kan ada dimalam hari
Dengan cahaya yang dimiliki
Akan bisa menerangi jiwamu yang sunyi
Walau tak seterang mentari
Biarkanlah aku menghiasi
Sedikit memberi pelipur hati
Sebagai sandaran mimpi-mimpi
Akan tiba saatnya nanti
Kesunyian hati tikam dalam diri
Secercah mimpi selimuti hari
Dimana kau resah tuk cari arti
Ijinkan aku silentera kecil
Menjadi setitik sinar saat kau menggigil
Pelumat egomu dari dunia hayal
Iringi langkahmu dari belengguh takhayul
SANG_KELLANA
AJARI AKU BAHASA QALBU
Ijinkanku menemukanmu dihatiku
Berilah sesuat agar aku mampu
Melukis indahmu disetiap langkahku
Iringi nafasku dengan do`amu
Ku ingin jiwa kita bisa menyatu
Seiring beredarnya waktu
Diantara kemelutnya resah memburu
Kau selalu ada untukku
Siramilah jiwaku dalam taman hatimu
Dengan kelembutan untaian sepatah katamu
Jadikanlah aku sandaran hidupmu
Sebagai peneduh kegelisahan sukmamu
Ajaklah rindumu dalam pelukku
Ajarilah aku bahasa qalbu
Menembus cakrawala biru
Menepis mimpi-mimpi semu
SANG_KELLANA
JAKARTA
Kau paksa aku tuk kejalan
Kau tampar aku tuk berontak
Kau tindas aku tak berdaya
Kau renggut cita dan cintaku
Tiada lelah kau memburuku
Mengobarkan semangat tuk bertahan
Disaat ku tak berdaya
Hantam aku dalam keterpurukan
Jalanan…….
Kaulah sandaran akhirku
Sambutlah rintihan disetiap saatku
Dalam perjalanan hidup suramku
Bila esok masih ada waktu
Ku ingin kau tahu
Betapa kerasnya kehidupan kotaku
Inilah adanya Jakartaku
SANG_KELLANA
BILA CINTA BERBICARA
Ketika rindu menyentuh sukma
Terjerat dalam dusta
Rasa adalah senyawa
Rangkaian dari sebuah bahasa
Cinta bukanlah tahta
Materi bukan segalanya
Karena cinta tak membanding kasta
Darah biru atau merah
Keterpautan sebuah rasa
Tak pernah memandang siapa
Kau raja atau jelata
Karena semua karuniaNYA
Kekuatan cinta melebihi segalanya
Pangkat, kuasa atau tahta
Itu semua bukan segalanya
Jadi jangan pernah ragu mengucap cinta
SANG_KELLANA
CINTA DI UJUNG SENJA
Mungkin sepertiga umur aku mengenalmu
Mengukir malam dengan bayang ayumu
Mengisi hari dengan riang candamu
Bertaruh rindu tuk saling mengadu
Resah, gelisah dan saling tanya
Sedang apa atau bersama siapa
Bila kita saling jauh dari jangkauan mata
Karena demi suatu cita
Hari pun terasa lama
Detik, menit seakan tiada makna
Saat rasa cinta hilang seketika
Tak tahu entah kemana atau ada dimana
Kucoba tuk bertanya
Tapi ragu membuang asa
Waktu telah mengikis segalanya
Robohkan cinta di ujung senja
SANG_KELLANA
CINTA BUTUH DEWASA
Hilangnya jalinan kasih diantara kita
Tak usahlah kita jadikan masalah
Karena orang kedua
Ataukah sikap kita yang saling berprasangka
Cinta butuh dewasa
Mengerti dan saling menjaga
Curiga adalah awal mula
Retaknya sebuah jalinan cinta
Cinta tak harus memiliki semuanya
Karena semua ada batasnya
Cerita cinta kita telah usai tanpa kata
Terbakar ego yang datang seketika
Kini palingan sinis yang selalu tertera
Disetiap pertemuan kita
Ku sadar siapa yang bersalah
Jadi cukuplah waktu yang jawab semua
SANG_KELLANA
SAPAKU HANYA BISA MEMBISU
Saat pertama kita bertemu
Aku sangat bisa merasa dari tatapmu
Kehadiran cinta telah mengundangku
Bersama senyum dan sapamu waktu itu
Lembut selembut desir angin lalu
Yang membawa langkahku kehadapanmu
Benih-benih cintamu merayu
Menyentuh batin menusuk hatiku
Jujur aku tak berdaya dibuatmu
Ingin berucap namun tak mampu
Sapaku hanya bisa membisu
Ikuti irama dendang-dendang hatiku
Yang kian lama semakin menggebu
Mengobar saat tatapan kita bertemu
Menyatu tuk saling tahu
Siapakah namamu
SANG_KELLANA
KAULAH KEJORA DALAM HATI
Sepercik cahaya kini telah padam
Bersama langkahmu yang kian temaram
Pergi tanpa pesan dan kesan
Tinggalkan aku dalam remang
Sepatah katamu tiada lagi aku mengerti
Semua telah hilang tanpa bayang
Senyum yang dulu selalu membias
Kini harus rela tuk aku lepas
Bayangmu tak lagi dapat ku jumpa
Biarpun kucari hingga keujung dunia
Tak akan ada yang bisa serupa
Karena itu hanya ada padanya
Kaulah kejora dalam hati
Diantara ribuan kemerlipnya cahaya
Yang merajai datangnya senja
Sebagai pengganti saat gerhana tiba
SANG_KELLANA
TIADA ISTIMEWAKAH DIRIKU
Setelah kepergianmu dariku
Kutak tahu harus bagaimana lagi diriku
Semangatku telah pupus dan layu
Langkahkupun tak tegak seperti dulu
Langkahku gontai tak tertuju
Sorotku sendu dan kelabu
Senyumku pasi tiada arti
Kataku hanya menyebut namamu
Tersungkur dalam bisu
Itulah hari-hariku
Tiada istimewakah diriku
Sehingga kau berlalu dariku
Kau pergi membawa lukaku
Dengan segenggam rindu menggebu
Menyambar sukma hiasi malam kelabu
Redupkan bulan malam-malam mingguku
SANG_KELLANA