PEJUANG YANG TERSISIH
Kau korbankan jiwa ragamu
Dengan penuh semangat mengobar didadamu
Hanya untuk satu kata itu
Merdeka, Merdeka Negriku……
Semangatmu patut ditiru
Perjuanganmu hanya untuk Indonesaku
Suaramu menggemuruh
Saat lawan datang silih menggebu
Kau kibarkan benderaku
Dan kau berseru
Merdeka, merdeka Indonesiaku
Bangkitlah Negriku……..
Namamu abadi itu aku tahu
Dalam sejarah perjuangan bangsaku
Ataukah hanya dalam cerita masa lalu…?
Karena lihatlah Pemerintahanku…!!!!
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
DENGARKAN AKU DULU KAWAN
Lama aku mengenalmu teman
Mungkin seperempat umur kita jalan
Layaknya seorang kekasih kita saling berjabat tangan
Hancurkan karang yang menghadang
Kita genggam malam-malam kelam
Dengan komitmen dan keteguhan
Kutahu jalan pikir kita saling berlawanan
Tetapi aku tak akan menghiraukan
Karena kau sahabat sejatiku teman
Prinsipmu tak pernah memandang
Egomu sekeras batu karang
Merasa selalu benar dan menang
Demokratis bukan prinsip jantan
Tetapi suatu kesombongan
Yang suatu saat akan meruntuhkan
Jalinan persahabatan antara kita kawan…!!!
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
BENARKAH DEMIKIAN TEMAN
Suatu kebodohan jika nafsu itu puncak kenikmatan sejati
Mengapa kita tak sadar akan diri kita ini
Mengapa mereka menjadi ambisi
Saat hasrat merabah dalam diri
Kau raih kenikmatan yang tiada arti
Dengan desahan dan rintihan jahanam
Kau lewati malam dengan sejuta angan
Akan hasrat yang terpendam
Buka matahati kalian
Basuhlah wajah yang suram
Sucikan dengan iman
Tuk cari secercah kehidupan
Kita bukanlah hewan
Manusia punya akan akal dan pikiran
Benar kata Bang Bahril Hidayat teman
Orang gila tak akan mau sembuh dari kegilaan
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
JERIT AIR MATA DARAH
Rintihanmu mencari arti tanya
Desirmu membabi buta
Gemuruhmu runtuhkan semua yang ada
Goncangmu getarkan alam semesta
Jerit airmata darah
Menganga penuh luka
Kepedihan mencari jawaban nyata
Mengapa alamku marah
Murkakah kami sebagai manusia
Yang selalu berebut harta dan tahta
Tetapi itu adalah fitrah
Karena kami bukanlah dewa
Kami murka akan dunia
Ambisi tuk berkuasa
Merasa diri pantas menata
Dengan seujung ilmu yang kupunya
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
PALINGAN SINIS AKAN TANYA
Jika benar raga adalah penjara sukma
Yang selalu membatasi ruang imajinasi nyata
Harus dengan apa ku menyapa jiwanya
Jika raga ini selalu kotor akan dunia
Lantunan do`a malam-malam sirna
Ditepis paradikma, runtuhkan asa
Palingan sinis akan tanya
Kotorkah jiwa, dalam setiap langkah
Air mata sebagai wujud nyata
Goyahnya sukma tuk cari tanya
Siapa aku, sebenarnya
Untuk apakah aku ada
Tuntunlah aku kepintu surga
Walau sekecil benang selintas bayang
Aku rindu itu semua
Jujur dari hati, apa adanya
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
BELENGGUH OBSESIMU
Akulah jerit yang tersembunyi diantara batinmu
Akulah rangkaian kata yang tak terungkap lewat jeritmu
Akulah resah yang selalu mengganjal dalam mimpimu
Akulah bayang diantara ragumu
Akulah kebodohan dalam dirimu
Akulah belengguh obsesimu
Akulah penghambat ceriamu
Akulah tembok kenistaanmu
Aku adalah karang bayang masalalumu
Yang tak akan pernah runtuh oleh diammu
Akulah penyesalan malam-malam kelabu
Diantara nyanyian airmatamu
Singkirkanlah aku dari benakmu
Buang jauh-jauh rasa ini darimu
Pecahkan prasangka ketidakmampuanmu
Tuk singkap teka-teki kebisuanmu
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
AKULAH RAJA TANPA TAHTA
Akulah raja tanpa tahta
Aku ada diantara butiran airmata
Bermahkotakan rindu membumung sukma
Bertahtahkan rintian malam-malam buta
Bertaburan asmara merangkai kata
Wujudkan singgahsana dalam surga
Bersama mimpi-mimpi indah
Kurajut imajinasi nyata
Cakrawala adalah dunia
Dimana bergantungan sejuta kisah cinta
Diantara serpihan sebuah tanya
Yang kandas disapu palingan sinis Sang Dewata
Rujuk, rayu sapa dan tawa
Hanya bisa terbias sekejap mata
Diantara luka yang menganga
Sebagai kidung Sang Pujangga
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
UNTUK SIAPAKAH HUKUM ITU
tunjukan pada dunia
getrkan bumi pertiwi
kobarkan semangat bangsa
dengan keadilan yang haq
hukum bukan hati
hukum itu tegas
hukum itu berani
hukum itu bukan basa basi
hukum bukan tawar-menawar
hukum bukan dagangan
hukum diatas segalannya
bukan hanya untuk rakyat jelata
bukan untuk menindas
bukan untuk mencela
bukan untuk dikompromikan
tapiharus ditegakkan
untuk siapun
kapanpun
dan dimanapun
karena hukum itu satu.
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
TRAGEDI SIANG LALU
Saat jiwa ini diam
Terasa sunyi mencekam
Gulita tiada terang
Bersimpuh dalam malam
Mata terpejam tanpa tujuan
Jauh menatap relung dalam remang
Jasad yang terbungkus topeng
Akankah seindah jalan terang
Luka menganga dalam benak
Mata tajam tatap berserak
Jerit kepedihan jagat berarak
Airmata derita penuh isak
Monasku saksi bisu
Akan apa yang terjadi siang lalu
Pedih merintih dan pilu
Tragedi akan bangsaku
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
JERIT BUMIKU
Tuhan………..
Apakalah kata sudah tiada makna
Apakah ucap tiada guna
Apakah kami melampui batas norma
Sehingga kericuhan silih berganti
Amarah yang kian membabi
Sungghu lelah jiwa ini
Saksikan mereka saling membenci
Sulitkah keadilan hinggap pada jiwa ini
Butuh pengorbanankah tuk wujudkan ini
Ataukah hanya ada dalam cerita Sang Nabi
Pemimpin yang sejati
Bumiku bergetar
Bumiku menjerit getir
Dengan luka menganga terukir
Jerit-jerit ketidak percayaan terdengar
Antara kami yang merasa semua benar
Merasa semua bisa mengajar
Tentang apa yang sedang diajar
Sebagai cambuk, kehidupan yang harus didengar
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
SENYUM PKL
Nasibku bagai putung rokok ditengah jalanan
Terseret diantara deru roda kendaraan
Sekali dua kali mungkin aku bisa lepas dari gilasan
Tetapi itu membuat hati tak karuan
Itulah gambaran nasib seorang PKL k ini
Yang setiap saat tergusur kesana kemari
Tertindas diNegeri sendiri
Tanpa ada yang pernah mengerti
Kami berpijak dikaki Ibu Pertiwi
Tetapi harus seperti ini
Haruskah kami teriak pada Negeri
Atas hak dan cita kami
Hari ini, kami bisa bercanda bersama
Membuang kesah yang selama ini ada
Tak tahu hari esok ada dimana
Atau semuanya akan sirna
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
LEMBAHYUNG JINGGA
Lembahyung jingga masih setia
Diatas bukit yang sama
Beranjak perlahan melepas senja
Menunggu sesaat sambut kejora
Sedikit engkau terlihat resah
Saat pekat hendak menjelma
Seakan kau terluka
Saksikan kiprah para manusia
Raut wajahmu tak seindah dulu
Selalu ceria dan tak pernah sendu
Kini kau simpan dendam menggebu
Pada kami yang merasa tak tahu
Kau tatap kami dengan sinarmu yang tajam
Bagai busur yang siap menghujam
Tanpa merasa ada batas yang menghadang
Karena kami yang selalu jauh pada Sang Khalam
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
JAKARTA
Kau paksa aku tuk kejalan
Kau tampar aku tuk berontak
Kau tindas aku tak berdaya
Kau renggut cita dan cintaku
Tiada lelah kau memburuku
Mengobarkan semangat tuk bertahan
Disaat ku tak berdaya
Hantam aku dalam keterpurukan
Jalanan…….
Kaulah sandaran akhirku
Sambutlah rintihan disetiap saatku
Dalam perjalanan hidup suramku
Bila esok masih ada waktu
Ku ingin kau tahu
Betapa kerasnya kehidupan kotaku
Inilah adanya Jakartaku
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
GETARKAN BUMI YANG KAU PIJAK
Jika hidup adalah teka-teki
Harus dengan apa ku menghadapi
Mungkinkah aku bisa hanya berdiam diri
Merenung atau menggantungkan imajinasi
Hidup adalah paradigma nyata
Sikap adalah langkah pertama
Sebagai wujud diri kita
Komitmen dan bernuansa
Tunjukan pada dunia
Siapa kita sebenarnya
Getarkan bumi saat kau melangkah
Pijakkan dengan kuat dan bicara
Kepal tangan kuat-kuat mulailah angkat kepala
Pecahkan egomu dan berserulah
Aku bisa…………..
Aku bisaaa………………………….
08-08-2008
SaNg_KeLLaNa
MERAH DARAHKU PUTIH TULANGMU
Ketika fajar menyingsing menyapaku
Aku teriak tuk bangsaku
Bangkitlah indonesiaku
Terus berkibarlah merah putihku
Kami berseru untukmu
Dengan penuh rasa bersatu
Tetaplah engkau maju indonesiaku
Sebagai negara perisai yang tangghuh
Genggam erat tekatku hanya untukmu
Darah, keringat kucucurkan tukmu
Hanya untukmu……….
Indonesiaku…………………
Merah darahku, putih tulangmu
Kawan mari bersatu berseru
Hidup indonesiaku
Merdeka, merdeka, merdeka negriku……….
27-07-2008
SaNg_KeLLaNa
UNTUKMU INDONESIAKU
Dibahumu memikul amanah
Dengan kalimah janji dan sumpah
Demi negri indonesia tercinta
Kau berdiri teguh dan gagah
Kau pengayom bagi jelatah
Semangatmu membara langkahmu penuh sejarah
Walau kadang harus keringat darah
Kau tegar dan tak mau menyerah
Tak kau hiraukan seribu anak panah
Kau terus kibarkan bendera kita
Demi negrikuku, indonesia
Genggam kuat tangan bangsa
Singsingkan lengan dan berserulah
Getarkan bumi pertiwi
Pijakan kaki goncangkan negri
Merdeka – merdeka…!!!!!!!!!!!!
Sang_Kelana
20-07-2008
LAKUMU ITU PAKAIANMU
Seandainya manusia bisa melukis syurga
Mungkin tak akan ada bencana membabi buta
Tak akan ada ambisi merajalela didunia
Karena kita tahu semua itu hanyalah fatamurgana
Dunia adalah panggung sandiwara
Sebagaimana layaknya sebuah sinema
Yang diperankan oleh sutradara
Serba tipu akan fakta
Itulah gambaran kita dicipta
Tetapi kita tahu akan warna
Hitam dan putihnya tinta
Baik dan buruknya akan fakta
Tinggal bagaimana kita melukisnya
Mengisi hari dengan amal shaleh
Ataukah dengan amarah meraja
Dengan pilihan surga atau neraka
20-07-2008
M. ABDUL CHALLIM
ehm.ship lah
August 8, 2008 @ 12:09 pm