Mengulas sikapmu
Ku rajut kata yang selama ini
ada
Bersembunyi dalam resah dan
gunda
Terselip diantara roda cinta
Yang setiap saat mengusik
dalam jelma
Mungkin suatu saat nanti
Mungkin suatu hari nanti
Mungkin suatu masa nanti
Atau bahkan saat ini jawab menanti
Ku hanya ingin mengulas
sikapmu
Ku hanya ingin mencoba sedikit
tuk tahu
Apa yang sekiranya membuatmu
Selalu dan selalu terdiam
membisu
Maaf atas kelalaian jari-jari
ini
Yang berani lancang tuk ingin
mengerti
merasa diri terlalu sudah
pantas
tuk memberimu sebuah arti
DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID
SANG_KELLANA
Fatamurgana
Khayalanku semakin menjadi
Semenjak engkau hadir dalam
mimpi
Ku coba untuk mengerti
Apalah arti sebuah mimpi
Disini ku sendiri
Menanti sebuah mimpi
Disuatu masa yang tak tertepi
tuk wujudkan langkah pasti
mungkin disana jawab menanti
ataukah hanyalah kiasan mimpi
tentang engkau gadis misteri
yang pernah singgah dalam
mimpi
mengapa kebahagiaanku hanyalah
sebatas mimpi
yang akan sirna pagi nanti
hangus dalam sengatan mentari
dan tak kan pernah kembali
DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID
SANG_KELLANA
Lembahyung jingga
Lembahyung jingga masih setia
Diatas bukit yang sama
Beranjak perlahan melepas
senja
Menunggu sesaat sambut kejora
Sedikit engkau terlihat resah
Saat pekat hendak menjelma
Seakan kau terluka
Saksikan kiprah para manusia
Raut wajahmu tak seindah dulu
Selalu ceria dan tak pernah
sendu
Kini kau simpan dendam
menggebu
Pada kami yang merasa tak tahu
Kau tatap kami dengan sinarmu
yang tajam
Bagai busur yang siap
menghujam
Tanpa merasa ada batas yang
menghadang
Karena kami yang selalu jauh
pada Sang Khalam
DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID
SANG_KELLANA
Diantara 3 Purnama
Diantara 1001 purnama
Disini kurangkai sepatah kata
Bersama kehangatan sinarnya
Kudendangkan irama cinta
Didalam resahnya jiwa
Kucoba tuk membuka
Lembaran kisah cinta kita kita
Selama 999 purnama
Diatas selembar kanfas
Ku goreskan tinta emas
Diantara derunya nafas
Dan air mata yang kian
menderas
Kuingin cinta kita abadi
Diatas bukit himalayah ini
Nama kita bagai pelangi
Di setiap musim semi
DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID
SANG_KELLANA
Kelancangan Mimpiku
Ku masih ditempat yang kemarin
Diatas jembatan bambu kuning
Bersama riuhnya air yang
bening
Diantara bebatuan yang kelam
Disini kuingin mengulas
sikapmu
Kisah selama 3 purnama yang
lalu
Setelah 999 purnama yang silam
Kau berlalu tanpa kesan
Genap sudah 1001 purnama
Dan cukuplah nati ini terluka
Menunggu dengan variabel luka
Mengalikan resah dan gunda
Maaf atas kelancangan mimpiku
Yang selama ini begitu semu
Minggu Pon bulan lalu
Adalah akhir dari purnama itu
DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID
SANG_KELLANA
SITI ROIDAH
Siti Roidah….
Biar aku saja yang sendiri
Lewati hari-hari sepi
Tanpa kasih dan candamu Siti
Biar-biarlah Siti
Cukup aku saja sendiri
Lewati dinginnya mimpi
Tuk dapatkan cinta yang abadi
Siti Roidah maafkan aku
Karena merasa diri belum mampu
Tuk memberimu satu kata itu
Atau memberi mahar untuk orang
tuamu
Biar-biarlah aku
Melangkahkan kaki tak menentu
Membawa akhir dari cintamu
Dalam perjalanan hidupku
DOKTER_KENCAN@YAHOO.CO.ID
SANG_KELLANA